SUBUHNYA...
Dimana ku berada,
Masih enak di dalam kelambu rindu,
Sambil berfoya-foya dgn waktu,
Masa bagaikan menderu,
Langkah tiada arah tuju,
Fikiran terus bercelaru,
Terlupa ku semakin dihujung waktu,
Siapa aku didepan TUHANKU?
ZOHORNYA...
Aku lebih memikirkan kelaparan, kehausan dan rehatku,
Aku lebih mementingkan tuntutan jawatanku,
Aku bertolak ansur dengan waktu,
Aku terlupa betapa besar kerugian,
Jika kumenggadaikan sebuah ketaatan,
Siapa aku didepan TUHANKU?
ASARNYA...
Aku lupa warna masa,
Cepat berubah bagaikan ditolak-tolak,
Aku masih dengan secawan kopi,
Terlalu panas tak dihujung kepala,
Aku masih bercerita,
Tentang si Tuah yang setia dan si Jebat yang derhaka,
Siapa aku di depan TUHANKU?
MAGHRIBNYA...
Aku melihat warna malam,
Tapi aku masih berlegar disebalik tabirnya,
Mencari sisa-sisa keseronokan,
Tidak terasa ruang masa yang singkat,
Jalan yang bertingkat-tingkat,
Siapa aku di depan TUHANKU?
ISYA'NYA...
Kerana masanya yang panjang,
Aku membiarkan penat menghimpit dadaku,
Aku membiarkan kelesuan mengganguku,
Aku rela terlena sambil menarik selimut biru,
Bercumbu-cumbu dengan waktuku,
Siapa aku di depan TUHANKU?
Kini aku menjadi tertanya-tanya,
Sampai bila ku melambatkan sujudku,
Apabila azan berkumandang lagi,
Aku tidak akan membiarkan Masjid sepi,
Kerana dihujung hidup ada mati,
Bagaimana jenazah dibawa solat disini,
Jika ruangku dibiar kosong,
Jika wajahku menjadi asing,
Pada mentari dan bintang-bintang...
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts
Tuesday, April 20, 2010
Tuesday, April 13, 2010
always be there...
If you ask me about love
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls
The creator of you and me,the heaven and whole universe
The one that made us whole and free
The guardian of HIS true believers
So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
Allahu Akbar…
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And he knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
Allahu Akbar…
And what i know about it
My answer would be
It’s everything about Allah
The pure love, to our souls
The creator of you and me,the heaven and whole universe
The one that made us whole and free
The guardian of HIS true believers
So when the time is hard
There’s no way to turn
As HE promise HE will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
HE bring ourselves from the darkness into the light
Subhanallah praise belongs to YOU for everything
Shouldn’t never feel afraid of anything
As long as we follow HIS guidance all the way
Through the short time we have in this life
Soon it all’ll be over
And we’ll be in His heaven and we’ll all be fine
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And HE knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
Allahu Akbar…
So when the time gets hard
There’s no way to turn
As HE promise He will always be there
To bless us with HIS love and HIS mercy
Coz, as HE promise HE will always be there
HE’s always watching us, guiding us
And he knows what’s in all in our heart
So when you lose your way
To Allah you should turn
As HE promise HE will always be there…
Allahu Akbar…
Labels:
renungan
Tuesday, March 16, 2010
Khatamun Nubuwwah

Apakah Khatamun Nubuwwah?
Menurut mafhum hadis yang dipindahkan daripada Imam At-Tarmizi r.a katanya:
“Sesiapa melihat KHATAMUN NUBUWWAH dalam keadaan berwuduk;
1. Pada waktu Subuh nescaya dipelihara oleh Allah akan dia hingga ke petang.
2. Pada waktu Maghrib terpeliharalah dia hingga ke pagi.
3. Ketika berjalan atau bermusafir maka jadilah sepanjang perjalanannya berkat dan selamat.
4. Sesiapa yang mati dalam tahun tersebut, maka dimatikan dalam iman."
Harus kita jelas, apa yang dimaksudkan dengan melihat? Adakah cukup sekadar dengan mencetak dan menampalnya ke dinding? Atau di jadikan ‘screen saver/wallpaper’ PC? Yang dimaksudkan melihat, ialah melihat ke dalam diri semasa mengamalkannya.
Bagaimana?
Tanda Khatamun Nubuwwah pada diri Nabi Muhammad S.A.W menunjukkan Nabi S.A.W adalah penamat/penutup segala Nabi dan Rasul.Tanda ini berada pada belikat Rasullullah S.A.W.
Para ulama berbeza pendapat mengenai bentuknya. Yang paling masyhur tanda itu seperti telur burung merpati, iaitu berbentuk gumpalan daging yang menonjol disebelah kiri di bahagian atas, memancarkan cahaya, tampak berwibawa dan berbau wangi.
Antaranya sesiapa yang menjadikan tanda Nubuwwah Nabi S.A.W ini sebagai perhiasan di rumah, maka ahli rumah tersebut akan terpelihara ALLAH daripada penyakit taun dan wabak, terhindar dari kebakaran dan kecurian sepertimana sabda Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Saidina Ali R.A di dalam Kitab Mahamatnainiah, yang bermaksud:
"Sesiapa yang menjadikan lukisan KHATAMUN-NUBUWWAH aku perhiasan, dipelihara oleh Allah baginya daripada penyakit taun dan wabak dan tidak mati melainkan mati dalam iman dan dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab."
Dan di dalam hadis yang lain yang diriwayatkan daripada Anas R.A Nabi Muhammad S.A.W bersabda yang bermaksud:
"Bermula rumah yang ada lukisan KHATAMUN-NUBUWWAH AKU di dalamnya, maka dipelihara oleh ALLAH baginya daripada kebakaran dan kecurian, dan daripada tiap-tiap musuh, dantidak dimatikan melainkan tempatnya di Syurga dan diluaskan oleh ALLAH kuburnya dan diterangi olehnya dengan cahaya."
Apakah Khatamun Nubuwwah?
Menurut mafhum hadis yang dipindahkan daripada Imam At-Tarmizi r.a katanya:
“Sesiapa melihat KHATAMUN NUBUWWAH dalam keadaan berwuduk;
1. Pada waktu Subuh nescaya dipelihara oleh Allah akan dia hingga ke petang.
2. Pada waktu Maghrib terpeliharalah dia hingga ke pagi.
3. Ketika berjalan atau bermusafir maka jadilah sepanjang perjalanannya berkat dan selamat.
4. Sesiapa yang mati dalam tahun tersebut, maka dimatikan dalam iman."
Harus kita jelas, apa yang dimaksudkan dengan melihat? Adakah cukup sekadar dengan mencetak dan menampalnya ke dinding? Atau di jadikan ‘screen saver/wallpaper’ PC? Yang dimaksudkan melihat, ialah melihat ke dalam diri semasa mengamalkannya.
Bagaimana?
Tanda Khatamun Nubuwwah pada diri Nabi Muhammad S.A.W menunjukkan Nabi S.A.W adalah penamat/penutup segala Nabi dan Rasul.Tanda ini berada pada belikat Rasullullah S.A.W.
Para ulama berbeza pendapat mengenai bentuknya. Yang paling masyhur tanda itu seperti telur burung merpati, iaitu berbentuk gumpalan daging yang menonjol disebelah kiri di bahagian atas, memancarkan cahaya, tampak berwibawa dan berbau wangi.
Antaranya sesiapa yang menjadikan tanda Nubuwwah Nabi S.A.W ini sebagai perhiasan di rumah, maka ahli rumah tersebut akan terpelihara ALLAH daripada penyakit taun dan wabak, terhindar dari kebakaran dan kecurian sepertimana sabda Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Saidina Ali R.A di dalam Kitab Mahamatnainiah, yang bermaksud:
"Sesiapa yang menjadikan lukisan KHATAMUN-NUBUWWAH aku perhiasan, dipelihara oleh Allah baginya daripada penyakit taun dan wabak dan tidak mati melainkan mati dalam iman dan dimasukkan ke dalam syurga tanpa hisab."
Dan di dalam hadis yang lain yang diriwayatkan daripada Anas R.A Nabi Muhammad S.A.W bersabda yang bermaksud:
"Bermula rumah yang ada lukisan KHATAMUN-NUBUWWAH AKU di dalamnya, maka dipelihara oleh ALLAH baginya daripada kebakaran dan kecurian, dan daripada tiap-tiap musuh, dantidak dimatikan melainkan tempatnya di Syurga dan diluaskan oleh ALLAH kuburnya dan diterangi olehnya dengan cahaya."
Labels:
renungan
Kisah Lima Perkara Aneh
Kisah Lima Perkara Aneh
by:pengasas_blog_nie
Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqah yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-Nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi, yang diperintahkan berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat:
1. Apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah,
2. Engkau sembunyikan,
3. Engkau terimalah,
4. Jangan engkau putuskan harapan,
5. Larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan." Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu, mangkuk emas itu keluar semula daripada tempat ia ditanam. Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku daripada rezekiku."
Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan daripada dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalanannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya.
Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa:
1. Engkau makan itu ialah marah.
Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
2. Semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua.
3. Jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.
4. Jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.
5. Bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang).
Maka larilah darpadai orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain.
Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu."
Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.
by:pengasas_blog_nie
Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqah yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahawa antara Nabi-Nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi, yang diperintahkan berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat:
1. Apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah,
2. Engkau sembunyikan,
3. Engkau terimalah,
4. Jangan engkau putuskan harapan,
5. Larilah engkau daripadanya."
Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan." Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.
Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disedari oleh Nabi itu, mangkuk emas itu keluar semula daripada tempat ia ditanam. Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku daripada rezekiku."
Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan daripada dalam bajunya.
Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalanannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya.
Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."
Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahawa:
1. Engkau makan itu ialah marah.
Pada mulanya nampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
2. Semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua.
3. Jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.
4. Jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat.
5. Bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang).
Maka larilah darpadai orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah.
Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa sahaja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain.
Haruslah kita ingat bahawa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu." Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu."
Dengan ini haruslah kita sedar bahawa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.
Labels:
renungan
Tuesday, February 16, 2010
RENUNGAN SEJENAK
MY BELOVED HOLY QUR’AN
When I saw you,
I feel calm,
When I read you,
I feel peace,
When I heard you,
I feel comfort,
When I applied you,
I feel good,
You are very important for me,
Without you,
I feel messy,
Because of you,
I am organised,
Without you,
I was blind to this nasty world,
Because of you,
my life is shining,
You are the words from God,
that will guide me,
You are the speech from God,
that will accompany me,
And, somebody ask, “who is the ‘you’ that I mean it?”
And, I answered, “ ‘you’ is my beloved holy Qur’an”
When I saw you,
I feel calm,
When I read you,
I feel peace,
When I heard you,
I feel comfort,
When I applied you,
I feel good,
You are very important for me,
Without you,
I feel messy,
Because of you,
I am organised,
Without you,
I was blind to this nasty world,
Because of you,
my life is shining,
You are the words from God,
that will guide me,
You are the speech from God,
that will accompany me,
And, somebody ask, “who is the ‘you’ that I mean it?”
And, I answered, “ ‘you’ is my beloved holy Qur’an”
Labels:
renungan
Monday, February 8, 2010
beza diantara orang PANDAI dan orang yang KURANG PANDAI
orang yang PANDAI meletakkan lidah dibelakang hati,manakala orang yang KURANG PANDAI meletakkan lidah di depan hati..
Maksudnya,
orang yang pandai akan berfikir sebelum melontarkan kata-kata kerana takut ia akan mendatangkan musibah kepada si penutur kata dan pendengar.
manakala orang yang kurang pandai tidak berfikir dengan matang sebelum mengeluarkan satu-satu kenyataan yang mungkin akan menyebabkan hati orang akan tersinggung dek kata-kata yang kurang menyenangkan..
"Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :” Sesiapa yang menolak kata-kata buruk terhadap kehormatan diri saudaranya, nescaya Allah menolak api neraka daripada mengenainya pada hari kiamat.”
Hadith riwayat Ahmad dan Tirmizi
Huraian
i) Memperli, memperolok-olok, mengejek, menghina, memperleceh, memperlekeh, memanggil dengan gelaran yang memalukan, menyatakan kekurangan orang secara terang-terangan dan sebagainya adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah.
ii) Sesiapa yang mencaci orang lain sebenarnya dia mencaci dirinya sendiri. Sebaiknya selaku umat Islam kita hendaklah hidup saling hormat-menghormati, bantu-membantu dan tolong-menolong. Justeru, apabila mendengar celaan, kita sepatutnya bertindak menyembunyikan keburukan tersebut sekalipun seseorang yang dicela itu memang telah melakukan sesuatu dosa yang mengaibkan kerana kemungkinan orang itu telah bertaubat dan taubatnya diterima oleh Allah. Sesungguhnya sesiapa yang berbuat demikian ganjarannya adalah amat besar di akhirat kelak."
Maksudnya,
orang yang pandai akan berfikir sebelum melontarkan kata-kata kerana takut ia akan mendatangkan musibah kepada si penutur kata dan pendengar.
manakala orang yang kurang pandai tidak berfikir dengan matang sebelum mengeluarkan satu-satu kenyataan yang mungkin akan menyebabkan hati orang akan tersinggung dek kata-kata yang kurang menyenangkan..
"Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :” Sesiapa yang menolak kata-kata buruk terhadap kehormatan diri saudaranya, nescaya Allah menolak api neraka daripada mengenainya pada hari kiamat.”
Hadith riwayat Ahmad dan Tirmizi
Huraian
i) Memperli, memperolok-olok, mengejek, menghina, memperleceh, memperlekeh, memanggil dengan gelaran yang memalukan, menyatakan kekurangan orang secara terang-terangan dan sebagainya adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah.
ii) Sesiapa yang mencaci orang lain sebenarnya dia mencaci dirinya sendiri. Sebaiknya selaku umat Islam kita hendaklah hidup saling hormat-menghormati, bantu-membantu dan tolong-menolong. Justeru, apabila mendengar celaan, kita sepatutnya bertindak menyembunyikan keburukan tersebut sekalipun seseorang yang dicela itu memang telah melakukan sesuatu dosa yang mengaibkan kerana kemungkinan orang itu telah bertaubat dan taubatnya diterima oleh Allah. Sesungguhnya sesiapa yang berbuat demikian ganjarannya adalah amat besar di akhirat kelak."
Labels:
renungan
Tajuk : Pohonlah Keampunan Dan Kemaafan Sebelum Terlambat
Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “ Sesiapa yang ada sebarang kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, kerana sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi wang ringgit untuk dibuat bayaran, (yang ada hanyalah) diambil hasanah (kebaikan) yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.”
Riwayat Bukhari
Huraian
Pengajaran hadith:
i) Setiap umat Islam adalah dituntut menyelesaikan segala kesalahan, hutang-piutang dan sebagainya di dunia ini sebelum berpindah ke alam akhirat di mana jika ada apa-apa hak orang lain padanya maka mestilah ia mengembalikannya dan jika tidak dapat dikembalikan hendaklah ia meminta perlepasan daripada pemiliknya.
ii) Termasuk juga hak-hak Allah S.W.T hendaklah diselesaikan seperti mengqadha’kan amal-amal fardu yang pernah ditinggalkan dahulu dan sebagainya.
iii) Sesungguhnya sesuatu perbuatan yang menyakiti hati orang atau makhluk lain akan menyebabkan dosa. Oleh itu kita diseru supaya segera meminta maaf dan bertaubat memohon keampunan selagi ada kesempatan (sebelum ajal mendatang). Jika tidak penyesalan yang amat besar akan ditanggung di akhirat kelak.
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “ Sesiapa yang ada sebarang kesalahan dengan saudaranya maka hendaklah diselesaikan sekarang, kerana sesungguhnya di sana (di akhirat) tiada lagi wang ringgit untuk dibuat bayaran, (yang ada hanyalah) diambil hasanah (kebaikan) yang ada padanya, kalau dia tidak mempunyai kebaikan, diambil keburukan orang itu lalu diletakkan ke atasnya.”
Riwayat Bukhari
Huraian
Pengajaran hadith:
i) Setiap umat Islam adalah dituntut menyelesaikan segala kesalahan, hutang-piutang dan sebagainya di dunia ini sebelum berpindah ke alam akhirat di mana jika ada apa-apa hak orang lain padanya maka mestilah ia mengembalikannya dan jika tidak dapat dikembalikan hendaklah ia meminta perlepasan daripada pemiliknya.
ii) Termasuk juga hak-hak Allah S.W.T hendaklah diselesaikan seperti mengqadha’kan amal-amal fardu yang pernah ditinggalkan dahulu dan sebagainya.
iii) Sesungguhnya sesuatu perbuatan yang menyakiti hati orang atau makhluk lain akan menyebabkan dosa. Oleh itu kita diseru supaya segera meminta maaf dan bertaubat memohon keampunan selagi ada kesempatan (sebelum ajal mendatang). Jika tidak penyesalan yang amat besar akan ditanggung di akhirat kelak.
Labels:
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)




