BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

Saturday, March 12, 2011

Sebab doa tidak dimakbulkan

Suatu ketika Ibrahim bin Adham, seorang alim yang terkenal zuhud dan wara’nya, melewati pasar yang ramai. Selang beberapa saat beliau pun dikerumuni banyak orang yang ingin minta nasehat. Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai Guru! Allah telah berjanji dalam kitab-Nya bahwa Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Kami telah berdoa setiap hari, siang dan malam, tapi mengapa sampai saat ini doa kami tidak dikabulkan?”

Ibrahim bin Adham diam sejenak lalu berkata, “Saudara sekalian. Ada sepuluh hal yang menyebabkan doa kalian tidak dijawab oleh Allah.

Pertama, kalian mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-hak-Nya.
Kedua, kalian membaca Al-Quran, tapi kalian tidak mau mengamalkan isinya.
Ketiga, kalian mengakui bahwa iblis adalah musuh yang sangat nyata,namun dengan suka hati kalian mengikuti jejak dan perintahnya.
Keempat, kalian mengaku mencintai Rasulullah, tetapi kalian suka meninggalkan ajaran dan sunnahnya.
Kelima, kalian sangat menginginkan surga, tapi kalian tak pernah melakukan amalan ahli surga.
Keenam, kalian takut dimasukkan ke dalam neraka, namun kalian dengan senangnya sibuk dengan perbuatan ahli neraka.
Ketujuh, kalian mengaku bahwa kematian pasti datang, namun tidak pernah mempersiapkan bekal untuk menghadapinya.
Kedelapan, kalian sibuk mencari aib orang lain dan melupakan cacat dan kekurangan kalian sendiri.
Kesembilan, kalian setiap hari memakan rezeki Allah, tapi kalian lupa mensyukuri nikmat-Nya.
Kesepuluh, kalian sering mengantar jenazah ke kubur, tapi tidak pernah menyadari bahwa kalian akan mengalami hal yang serupa.”

Setelah mendengar nasehat itu, orang-orang itu menangis.

Dalam kesempatan lain Ibrahim kelihatan murung lalu menangis, padahal tidak terjadi apa-apa. Seseorang bertanya kepadanya. Ibrahim menjawab, “Saya melihat kubur yang akan saya tempati kelak sangat mengerikan, sedangkan saya belum mendapatkan penangkalnya. Saya melihat perjalanan di akhirat yang begitu jauh, sementara saya belum punya bekal apa-apa. Serta saya melihat Allah mengadili semua makhluk di Padang Mahsyar, sementara saya belum mempunyai alasan yang kuat untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan saya selama hidup di dunia.”

Perginya Seorang Teman

Bismillah.
Mule2 skaly mgkin ia suda
berlalu dan pemergiaan nyer suda
dsuratkan Ilahi sejak sbelum dia
dtiupkan nyawa lagi.
Oleh yang dmikian,kepda shbt2 yg
sgt trase dgn pmergian dia,
jgnlah trlalu meratapi dia.
Iringilah pmergian dia dgn sedekah Al-fatihah
dan doa2 bknnyer dgn linangan air mate
shja.InsyAllah dia dtmptkn
bersama org2 yg briman.


     "Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali
'Imran [3]: 183)

"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu
daripada dunia" (QS Al-Dhuha [93]: 4).


Zulhaili b.Noraihan
semoga rohnya dcucuri rhmat
Allah yg mlimpah rua.
Aminn(Alfatihah)


Monday, February 14, 2011

Rasulullah s.a.w

salam pembuka bicara,
seperti yg korg sume tahu esok
hari plg mulia..hari kelahiran junjungan besar
Nabi Muhammad s.a.w..

Untuk keamanan, kebahagiaan dan kedamaian hidup di dunia dan Akhirat, manusia perlu model atau contoh untuk diikuti. Justeru manusia, walaupun telah ALLAH bekalkan fitrah ingin mencintai dan dicintai tidak akan dapat melakukannya dengan sempurna jika tidak ada contoh. Begitulah rahmat dan kasih sayang ALLAH. Sentiasa menunjukkan jalan-jalan keselamatan buat hamba- hamba-Nya. Tinggal lagi apakah manusia itu mahu atan tidak mahu mencontohinya, itu sahaja.

Maka atas dasar itu dengan rahmat ALLAH, Dia telah mengutuskan seorang manusia bernama Muhammad bin Abdullah sebagai Rasul-Nya di atas muka bumi ini 1400 tahun yang lampau. ALLAH telah lengkapkan Rasul itu dengan sifat yang sempurna lahir dan batin. ALLAH telah memelihara peribadinya daripada sebarang kesalahan dan cacat-cela, agar dia menjadi contoh yang agung kepada manusia lain.

Dengan segala pemeliharaan itu maka jadilah Rasulullah SAW manusia yang paling tinggi akhlaknya. Sama ada akhlak dengan ALLAH mahupun akhlak sesama manusia.

Oleh itu tidak hairanlah jika ALLAH sendiri memuji Rasulullah SAW dalam Al Quran dengan firman-Nya:
"Sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai akhlak yang sangat agung." (Al Qalam: 4)

Al hasil, terbentuklah Rasulullah SAW itu sebagai insan kamil yang menjadi lambang segala kebaikan. Nabi Muhammadlah manusia yang paling sempurna. Seluruh himpunan sifat baik telah dipakaikan oleh ALLAH pada diri Rasulullah SAW. Itulah gambaran betapa kasih dan sayangnya Rasulullah SAW kepada seluruh makhluk.Bukan sahaja kepada manusia bahkan juga kepada binatang. Bukan sahaja kepada orang Islam tetapi juga kepada yang bukan Islam. Maka atas dasar itulah ALLAH SWT telah menegaskan dalam Al Quran bahawa kedatangan Rasulullah SAW itu adalah sebagai pembawa rahmat.

Firman ALLAH:
" Dan tidak Kami utuskan engkau (Muhammad) melainkan untuk rahmat kepada sekalian alam." (Al Anbia: 107) .

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia." (Riwayat Malik)

Di sini saya hanya ingin menggambarkan tentang kasih sayang, iaitu satu aspek daripada akhlak Rasulullah SAW yang sangat perlu untuk manusia. Setidak-tidaknya untuk keselamatan mereka di dunia walaupun tidak di Akhirat. Kasih sayang Rasulullah SAW terhadap manusia tidak ada tandingannya. Mari kita lihat bukti bagaimana dan betapa kasih sayang Rasulullah SAW melalui dua sudut.

Jika kita membaca Al' Quran dan meneliti Hadis Rasulullah SAW, maka kita akan dapati betapa Rasulullah SAW itu sangat pengasih sekalipun kepada anak kecil ataupun binatang. Di antara ayat Quran yang menunjukkan betapa tingginya rasa kasih Rasulullah SAW itu ialah sewaktu ALLAH SWT berfirman:

"Telah datang kepada kamu seorang Rasul dari kalangan kamu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin." (At Taubah: 128)

Dalam ayat yang lain ALLAH SWT telah berfirman:
"Maka dengan rahmat ALLAH-lah kamu dapat berlaku lemah-lembut dan kasih sayang pada mereka. "(Ali Imran: 159 )

Allah berfirman lagi:
"Dan jikalau kamu berkasar dan berkeras hati nescaya mereka akan menjauhkan diri darimu. "(Ali Imran: 159)

Di antara Hadis yang menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW ialah:
"Barang siapa yang tidak mengasihi manusia, dia tidak dikasihi ALLAH. "(Riwayat At Termizi)

"Kasihilah siapa sahaja yang ada di bumi nescaya akan mengasihi kamu siapa-siapa sahaja (malaikat) yang di langit." (Riwayat Abu Daud)

"Sebaik-baik manusia ialah orang yang memberi manfaat pada manusia (termasuk meratakan kasih sayang).
Sebaik-baik manusia ialah mereka yang paling baik akhlaknya (kasih sayang kepada orang lain)." (Riwayat At Tabrani)

"Berbaktilah kepada kedua ibu bapa kamu, maka akan. berbakti anak-anak kamu kepada kamu (termasuk memberi kasih sayang)." (Riwayat Al Hakim)

"Sesungguhnya orang yang paling hampir dengan tempatku di kalangan kamu ialah yang paling cantik akhlaknya, mereka menghormati orang lain dan mereka senang bermesra dan dimesrai.
Orang Mukmin itu ialah yang mudah mesra dan dimesrai, dan tiada kebaikan pada mereka yang tidak boleh bermesra dan dimesrai. Dan sebaik-baik manusia ialah yang banyak memberi manfaat kepada manusia." (Riwayat Al Hakim dan Al Baihaqi)

"Sesiapa yang tidak mengasihi orang kecil kami, sedangkan dia tahu kewajipan sebagai orang besar kami maka bukanlah dia dari golongan kami." (Riwayat Al Bukhari)

"Siapa yang berbuat baik (beri kasih sayang) kepada anak yatim lelaki atau perempuan, adalah aku dan dia di dalam Syurga seperti dua ini (ditunjukkan dua jarinya yang dirapatkan)." (Riwayat Al Hakim)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. “ (Riwayat Abu Dawud, Ahmad dan At-Tirmidzi )

“Penyebab utama masuknya manusia ke surga adalah bertakwa kepada Allah dan kebaikan akhlaknya. “ ( Riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah )

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya dari pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.” ( Riwayat At-Tirmidzi )

“Saya menjamin sebuah rumah yang paling tinggi tingkatannya di sorga bagi orang-orang yang berbudi pekerti. “ ( Riwayat At-Tirmidzi )

“Sesungguhnya orang mukmin dengan akhlaknya yang baik akan mendapatkan kedudukan yang sama dengan orang yang (rajin) melaksanakan puasa dan shalat malam. “ (Riwayat Abu Dawud)

"Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam keadaan ia bersalah nescaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di sekitar syurga. Barangsiapa yang menghindari perdebatan dalam keadaan ia benar niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di tengah-tengah surga. Dan barangsiapa yang baik akhlaknya niscaya Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di ketinggian surga. (HR.Abu Dawud, Ath-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:
“Manusia yang paling dikasihi Allah ialah orang yang memberi manfaat kepada orang lain dan amalan yang paling disukai oleh Allah ialah menggembirakan hati orang-orang Islam atau menghilangkan kesusahan daripadanya atau menunaikan keperluan hidupnya di dunia atau memberi makan orang yang lapar. Perjalananku bersama saudaraku yang muslim untuk menunaikan hajatnya, adalah lebih aku sukai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ini selama sebulan, dan sesiapa yang menahan kemarahannya sekalipun ia mampu untuk membalasnya nescaya Allah akan memenuhi keredhaannya di dalam hatinya pada hari Qiamat, dan sesiapa yang berjalan bersama-sama saudaranya yang Islam untuk menunaikan hajat saudaranya itu hinggalah selesai hajatnya nescaya Allah akan tetapkan kakinya(ketika melalui pada hari Qiamat) dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merosakkan amalan seperti cuka merosakkan madu.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)


Allah SWT berfirman :“ Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari ( perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar. “ ( Al-Ankabut : 45 )

Subhanallah ! Jika shalat seseorang itu belum mampu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka shalatnya baru sebatas olah raga. Ia telah shalat, namun shalatnya belum memperbaiki akhlaknya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman :“ Sesungguhnya Aku menerima shalat dari seseorang yang mengerjakannya dengan khusyuk karena kebesaran-Ku, dan ia tidak mengharapkan anugerah dari shalatnya karena sebagai hamba-Ku (makhluk-Ku), dan ia tidak menghabiskan waktu malamnya karena bermaksiat kepada-Ku, menghabiskan waktu siangnya untuk berdzikir kepada-Ku, mengasihi orang miskin, ibnu sabil, mengasihi anda dan menyantuni orang yang sedang terkena musibah.”Ingatlah, bahwa seluruh aturan syariat Islam terdapat akhlak didalamnya. Dapatkah anda menyaksikan adanya hubungan antara ibadah (shalat) dan akhlak (rendah hati dan kasih sayang)? Ingatlah, jika shalat anda belum memberikan nilai-nilai kasih sayang terhadap sesama manusia, maka anda belumlah memetik buah shalat anda secara sempurna.

"Sesungguhnya di kalangan kamu yang lebih dikasihi ALLAH ialah mereka yang senang bermesra dan dimesrai. Sebaliknya yang paling dibenci ALLAH ialah mereka yang suka menabur fitnah dan memecah belahkan persaudaraan."

sebelum akhiri entry ni..jOm kiter ngOk video ni....